Guru Ideal Menurut Yayasan Bhakti
Guru ideal adalah sosok yang
senantiasa menjadi dambaan peserta didik, menjadi panutan dan selalu memberikan
keteladanan. Guru ideal adalah yang menguasai ilmunya dengan baik sehingga
mampu mengelola pembelajaran yang bermakna. Dia disukai oleh murid-muridnya
karena cara mengajarnya menarik dan mudah dipahami. Dia pun terbuka menerima
kritikan dari peserta didiknya, karena dari kritik itulah dia belajar dari para
peserta didiknya. Dari mereka guru dapat mengetahui kekurangan cara
mengajarnya, dan melakukan umpan balik (feedback).
Kriteria guru ideal yang diinginkan Yayasan Bhakti adalah
sebagai berikut :
- Baik hati
- Tidak suka marah-marah
- Ramah
- Murah senyum
- Tidak membanding-bandingkan antar siswa
- Cara mengajarnya menyenangkan
- Tidak pilih kasih
- Dapat memberikan materi yang mudah diserap oleh muridnya
- Tegas
- Humoris/lucu
- Disiplin dalam mengajar, tapi tidak membuat siswa tegang
- Tidak terlambat masuk mengajar (tepat waktu)
- Santai dalam mengajar siswa
- Kata-katanya halus, tidak menyinggung
- Sabar menghadapi murid yang nakal
- Memerhatikan murid-muridnya
- Selalu memberikan tugas agar siswa rajin belajar di rumah
- Menerima curhat dari siswa
- Memberikan kompetensi dasar kepada siswa, agar siswa mengetahui dan mempelajari materi yang akan dipelajari di sekolah
- Tidak merokok saat mengajar
- Menuntun siswa yang kurang dalam pelajaran
- Pintar
- Selalu memberikan arahan sebelum dan sesudah mengajar
- Senang jika murid bertanya
- Pengertian
- Beriman
- Berwibawa
- Membuat siswa menjadi rukun
- Mengajar tanpa kata lelah
Dari poin-poin diatas Yayasan
Bhakti lebih mengedepankan aspek
kepribadian dibanding kemampuan intelegensi. Untuk itu Yayasan Bhakti
mengharapkan guru-guru yang mendidik dan mengajar di sekolah SMP, SMA, SMK
1&2 Bhakti agar memperbaiki sikap dan kepribadian sehingga tercipta suasana
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Yayasan Bhakti
juga mengharapkan guru-guru mampu meningkatkan kemampuan kompetensi sesuai
dengan bidang dan jurusan masing-masing, sehingga dapat memenuhi standar
kompetensi guru.
Jakarta,
Juni 2013
Ketua Yayasan Bhakti